Kamis, 16 April 2009

KEHIDUPAN

Nach saat ini kita akan membahas mengenai solusi dalam menyeles
UNTUK HIDUP LEBIH HIDUP



Nach saat ini kita akan membahas mengenai solusi dalam menyelesaikan segala masalah dalam kehidupan kita sehari-hari, hal ini di karenakan di manapun, kapanpun dan dengan siapapun semua memungkinan munculnya masalah, namun seandaninya ita cermati denga seksama ternyata denga persolan yang ada setiap orangpun akan berbeda-beda dalam menyelesaikan masalahnya, ada yang panic, goyah, kalut, dan stress, tapi ada pula yang menghadapinya secara mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya. Nah hal ini ber-arti bahwa “masalah” atau persoalan yang sesungguhnya, bukan terletak pada persoalannya, melainkan pada sikap terhadap persolan tersebut. Ada sebuah kata dari Albert einsten yang menarik yaitu “bertanyalah sebab di dunia ini sudah tersedia jawabanya”, nach jadi jika temen-temen mempunyai masalah atau apapun itu ceritakanlah atau bertanyalah solusi dari masalah itu, meskipun dengan menceritakan kepada orang lain hal itu tidak akaan menyelesaikan masalah tapi minimal bisa membuat kita sedikit tenang damn melupaka sejenak masalah –masalah kita. Oke dech ayo kita mulai ke pembahasan pertama yaitu:


SIAP



Siap apa???siap menghadapi yang cocok dengan yang ita inginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan kita inginkan. Kita memang diharuskan memiliki keinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dala hidup ini. Bahkan kita sangat di anjurkan untuk gigih ikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia dan akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt.berikan kepada kita. Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar sesadar-sadarnya baahwa kita hanyalah mahluk yang sangat banyak memiliki keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.


Dan hidup ini ternyata lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh pikiran kita, yang diluar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya. Andaikata kita selalu terjebak dengan tindakan yan salah dalam mensikapinya maka betapa hari-hari akan dilalui dengan penuh kekecewaan, penyeslan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau. Sungguh rugi!!!padahal hidup hanya satu kali dan kejadian yang tak didugapun pasti akan terjadi lagi hal ini karena “kita punya rencana, Allah Swt punya rencana dan yang pasti teradi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt.


Yang lebih lucu serta menarik, yaitu ketika kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.


Al-kisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumhnya di sebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh. Ditengah pematang sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderek patah. Tape di pikulan sebelah kiri masuk ke sawah dan yang sebelah kanan masuk kedalan kolam.


Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sial. Jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam. Dengan penuh kemurungan dan uring-uringan kembali ke rumah.


Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa di tumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan di antaranta ada yang cedera berat.


Satu-satunya di antara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyalah dirinya, yang tidak berjualan karena pikulanya patah, subhanallah, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan yang luar biasa.


Oleh karena itu ”fa idzaa azamta fa tawaggal alallah”, bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerah segala keputusan kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.


Allah Swt berfirman dala Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 216, ”boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt. Lebih baik bagi kamu , dan boleh jadi engkau menyukai padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”


Maka jika menyukai seseorang, bersiap-siaplah untuk diterima juga bersiap-siaplah untuk di tolak olehnya. Jika melamar seseorang bersiap-siaplah untuk menikah dan besiap-siaplah juga jika tidak jadi menikah...karena belum tentu orang yang kita cintai merupakan jodih yang terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya ,ataupun orang tuanya.


Melamar kerja,lamarlah dengan penuh kesungguhan namun hati harus siap andaikata Allah Swt, tidak mengijinkanya karena Allah tahu tempat jalan rejeki yang lebih berkah.


Kesimpulan : Sempurnakan niat dan Ikhtiar, namun hati siapkan menerima apapun yang terbaik menurut Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar